Edukasi dan Penegakan Prokes Covid-19 di Kabupaten Kendal

Berita Kesehatan Pemerintahan

KENDAL – Pertengahan Maret virus korona atau Covid-19 mulai masuk ke Indonesia. Pemerintah pusat mulai menyiapkan sarana dan prasarana untuk menghadapi segala kemungkinan. Demikian pula dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal. Sebagai persiapan menghadapi virus korona, mengalihfungsikan rusunawa yang belum ditempati menjadi Rumah Sakit Darurat Covid 19.

Sekda Kendal Moh Toha ST MSi mengatakan, untuk mencegah penularan Covid-19, Pemerintah Kabupaten Kendal mengeluarkan Peraturan Bupati Nomor 51 junto Nomor 56 Tahun 2020. Perbup tersebut mengatur tentang pemakaian masker dan jaga jarak. ‘’Pemakaian masker, jaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, merupakan cara efektif untuk mencegah penularan virus korona,’’ kata Moh Toha.

Sekda menambahkan, Pemkab Kendal terus berupaya melakukan tindakan penanganan dalam permasalahan pandemi Covid-19 yang hingga kemarin masih belum berakhir. Langkah yang dilakukan oleh Pemkab Kendal diantaranya melakukan rapat Koordinasi Satgas Penanganan Covid-19 Kendal yang membahas empat poin penanganan sekaligus evaluasi kerja di ruang Ngesti Widhi, beberapa waktu yang lalu.

Sebagai wujud keseriusan Pemkab Kendal dalam penanganan Covid-19 adalah pemberian masker secara gratis kepada masyarakat. Di tempat-tempat umum disediakan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun. Pelayanan publik pengaturan kursi diberi jarak. ‘’Itu semua dilakukan untuk memberi pembelajaran kepada masyarakat, betapa pentingnya menjalankan protokol kesehatan,’’ imbuh Moh Toha.

Moh Toha ST MSi menyebutkan kegiatan sosialisasi dan penegakan hukum protokol kesehatan agar terus dilaksanakan. Pelaksanaan penanganan Covid-19 terdapat tiga kegiatan, yaitu bidang kesehatan, Jaring Pengaman Ekonomi dan Jaring Pengaman Sosial serta perlu adanya revisi Surat Edaran Bupati Kendal tentang protokol kesehatan, khususnya pada kegiatan hajatan dan hiburan. 

Kemudian upaya-upaya lain, Pemkab Kendal bekerja sama dengan Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah. Satgas Covid-19 melakukan penegakkan protokol kesehatan dan pemberian edukasi kepada masyarakat pentingnya menggunakan masker saat keluar rumah.

Dijelaskan, instruksi dari Gubernur Jateng adalah untuk melaksanakan operasi penegakan protokol kesehatan di seluruh kabupaten/kota bekerjasama dengan satgas pemerintah kabupaten/kota setempat. Masing-masing kabupaten akan dilakukan lima kali operasi penindakkan. 

Hal itu mengetahui perkembangan kondisi di masyarakat. Dengan demikian diharapkan kesadaran warga untuk mematuhi protokol kesehatan semakin meningkat. ‘’Salah satunya adalah memakai masker, karena maskerku melindungiku dan melindungi orang lain dari penyebaran virus korona,’’ terang Moh Toha. 

Kepala Satpolkar Kendal, Toni Ari Wibowo, mengatakan, sebagai penegak perbub, pihaknya rutin melakukan patroli dan operasi masker di tempat umum. Toni berharap agar masyarakat setiap keluar rumah memakai masker. ‘’Masker merupakan hal yang wajib dipakai,’’ kata Toni.

Toni menambahkan, kesadaran masyarakat untuk memakai masker sudah sangat tinggi. Hal itu bisa dilihat dari jumlah pelanggar yang semakin menurun. Namun masih ada beberapa yang salah dalam penggunaanya. ‘’Masker dipakai di dagu dan tali yang masih kendor, sehingga tidak menutup mulut dan hidung secara maksimal. Bagi pelanggar yang tidak memakai masker dikenakan denda minimal Rp 50.000,’’ tegas Toni. (adv/mam-21)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *