Menjadi Kades Karena Panggilan Masyarakat

Berita Pemerintahan

KENDAL – Menjadi kepala desa (kades) di Desa Bangunrejo, Kecamatan Patebon, Kendal, memang bukan impiannya. Sebelumnya ia pernah menjadi carik selama 16 tahun. Kemudian dipindah di kecamatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). ‘’Saya akan terus mengabdi untuk masyarakat,’’ kata Kades Bangunrejo, Subur Falahudin yang dilantik 11 Mei 2020.

Ia menambahkan, jabatan sebagai kades adalah amanah dan siap menjadi pelayan masyarakat. Di rumah atau di kantor, dirinya maupun perangkat desa tidak pernah menolak untuk melayani warga. ‘’Pelayanan yang kami berikan baik, sehingga masyarakat juga baik kepada pemerintahan desa. Hal itu dengan pembayaran PBB selalu 100 persen dan tidak semua desa bisa mencapainya,’’ tutur dia.

Dia menjelaskan, karena dirinya masih berstatus PNS, maka gaji kades  setiap bulannya ia kembalikan kepada masyarakat. Pengembalian itu berupa santunan ke madrasah, TPQ, kaum duafa, anak yatim, dan sebagainya. ‘’Selain itu kas RT  maupun RW masing masing Rp 2 juta per tahun. Tanah bengkok hasil yang dua hektar saya kembalikan kepada masyarakat,’’ jelasnya. (guh-21)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *