Pedagang-Pembeli Perlu Disekat Mika Ketika Transaksi

JatengNews Pemerintahan
0 0
Read Time:59 Second

KENDAL – Bupati Kendal Dico Ganinduto menghendaki ada sekat yang memisahkan antara pedagang dan pembeli di pasar ketika melakukan transaksi. Hal itu bertujuan meminimalisir kontak, sehingga menekan laju penyebaran virus korona.

‘’Belum ada pembatas transaksi. Ini catatan sebagai bahan evaluasi. Perlu pembatas lapisan mika antara pedagang dan pembeli,’’ katanya saat melakukan pemantauan protokol kesehatan di Pasar Pagi Kaliwungu, Rabu (30/6).

Dico turun ke pasar tradisional untuk memberikan sosialisasi kepada pedagang dan pembeli tentang bahayanya virus korona dan sekaligus mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan.

‘’Sudah ada varian Delta di Kendal. Saya minta protokol kesehatan diperketat. Pakai masker dua lapis, masker kain dan medis. Bagaimanapun perekonomian harus tetap berjalan,’’ tambahnya.

Plt Kepala Dinas Perdagangan Kendal, Alfebian Yulando mengatakan, pemasangan penyekat antara pedagang dengan pembeli akan dilakukan secara bertahap di 13 pasar tradisional daerah.

Pengadaan mika akan dikoordinir Dinas Perdagangan Kendal dengan biaya swadaya pedagang. ‘’Maksimal tiga bulan terpasang semua. Ini upaya pemerintah untuk membantu pencegahan penyebaran Covid-19,’’ tutur dia.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Pagi Kaliwungu, Muhammad Faisal Mukli, mengatakan, pihaknya berupaya memenuhi pembatas di setiap lapak atau kios sesuai arahan bupati. ‘’Namun membutuhkan waktu sampai seluruh lapak pedagang bisa terpasang pembatas transaksi dengan pembeli,’’ pungkasnya. (jan-21)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *