Pendidikan Agama Islam (PAI) Penguat Karakter Siswa

Read Time:2 Minute, 35 Second

Oleh: Akhmad,S.Pd.I*)

SALAH satu hal penting di dunia pendidian di negeri ini adalah adanya pendidikan karakte. Sebab, sumber daya manusia (SDM) melimpah tanpa didukung karakter yang baik niscaya akan berujung pada ketimpangan moral, bisa juga mengarah pada kriminalitas, korupsi, dan krisis jati diri.

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 menyebutkan tentang Penguatan Pendidikan Karakter hadir dengan pertimbangan bahwa dalam rangka mewujudkan bangsa yang berbudaya melalui penguatan nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab dengan tujuan utama membangun dan membekali Peserta Didik sebagai generasi emas Indonesia Tahun 2045 dengan jiwa Pancasila dan pendidikan karakter yang baik guna menghadapi dinamika perubahan di masa depan.

Mengacu pada Perpres diatas maka salah satu alternatif yang dapat dilakukan dalam melaksanakan pendidikan karakter di sekolah adalah mengoptimalkan pembelajaran materi pendidikan agama Islam (PAI). Peran pendidikan agama khususnya pendidikan agama Islam sangatstrategis dalam mewujudkan pembentukan dan penguatan karakter siswa. Pendidikan agama merupakan sarana transformasi pengetahuan dalam aspek keagamaan (aspek kognitif), sebagai sarana transformasi norma serta nilai moral untuk membentuk sikap (aspek afektif), yang berperan dalam mengendalikan prilaku (aspek psikomotorik) sehingga tercipta kepribadian manusia seutuhnya.

Pendidikan Agama Islam diharapkan mampu menghasilkan manusia yang selalu berupaya menyempurnakan iman, takwa, dan berakhlak mulia, akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan. (Permendiknas No 22 Tahun 2006, Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Tingkat Dasar Dan Menengah, h. 2), tetapi harus digarisbawahi bahwa pendidikan karakter melalui optimalisasi PAI tidak hanya menjadi tanggung jawab guru PAI seorang diri.

Namun dibutuhkan dukungan dari semua pihak terutama lingkungan sekolah, masyarakat, dan lebih penting lagi adalah orang tua. Sekolah harus mampu mengkoordinir serta mengkomunikasikan pola pembelajaran PAI terhadap beberapa pihak yang telah disebutkan sebagai sebuah rangkaian komunitas yang saling mendukung dan menjaga demi terbentuknya siswa berakhlak dan berbudi pekerti luhur.

Tentu tersirat maksud bahwa penguatan nilai religius dalam hal ini pendidikan Agama Islam memegang peran penting dalam penguatan pendidikan karakter, terlebih dalam situasi saat ini dimana filter perilaku keseharian terasa demikian longgar melawan berbagai pengaruh luar yang diantaranya berasal dari dunia internet, media sosial serta sumber informasi lain yang tanpa disadari ikut memberikan warna bagi jiwa dan kepribadian siswa sehingga timbul kesadaran bahwa tanggung jawab guru terhadap keberhasilan pembelajaran PAI tidak hanya pada tataran kognitif saja.

Tetapi juga memotivasi dan memfasilitasi pembelajaran agama diluar kelas melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat keagamaan dan menciptakan lingkungan sekolah yang religius dan tidak terbatas oleh jam pelajaran saja sehingga tercipta pemahaman siswa bahwa pendidikan agama adalah sebuah kebutuhan dan harus mengaplikasikan pengetahuan agama yang diperolehnya dalam kehidupan sehari-hari.

Mari para rekan guru PAI , kita terus gelorakan semangat untuk menguatkan karakter siswa agar tercipta generasi penerus yang selain berkualitas secara edukasi juga berkualitas secara karakter, beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab sesuai dengan tujuan pendidikan nasional Indonesia.(*)

Akhmad,S.Pd.I
Guru Kelas V Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) 11 Karangayu Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous post Bekali Anak Pendidikan Agama Cetak Generasi Berkarakter dan Berakhlak Mulia
Next post Obahe Nafsu Pepinginan Iku Cinondro