Penjualan Kerupuk Rambak Masih Sepi

Ekonomi JatengNews Pemerintahan
0 0
Read Time:57 Second

KENDAL – Kerupuk rambak merupakan salah satu makanan khas Kabupaten Kendal. Sentra pembuatan kerupuk rambak ada di Kampung Jagalan, Desa Penanggulan, Kecamatan Pegandon. Di sana terdapat puluhan perajin kerupuk rambak yang masih bertahan hingga saat ini.

Sri Mulyani, salah seorang perajin rambak, menuturkan, pembuatan kerupuk rambak dilakukannya secara turun temurun. Dengan bahan baku terbuat dari kulit kerbau, dan saat ini diganti dengan kulit sapi. ‘’Kulit kerbau sangat sulit didapatkan,’’ katanya.

Dikatakan, saat ini bahan baku kulit didapat dari luar kota seperti Pekalongan, Semarang dan lainnya. Pemasarannya tidak kesulitan, karena tidak sedikit pedagang dari luar kota datang ke tempatnya. ‘’Biasanya pada menjelang lebaran, permintaan meningkat. Namun untuk saat ini masih sepi,’’ terangnya.

Menurut dia, sepinya pembeli, diantaranya disebabkan adanya larangan mudik. Biasanya melonjaknya penjualan karena banyak orang mudik, sehingga mereka membeli rambak untuk oleh-oleh. ‘’Harga per kardus ukuran kecil Rp 40.000 dan ukuran besar Rp 80.000,’’ ucap Sri Mulyani.

Kepala Desa Penanggulan, Ali Muktafa, dikonfirmasi terpisah mengatakan, usaha pembuatan rambak di desanya, sudah dilakukan puluhan tahun yang lalu. Saat ini pengrajin yang ada masih cukup banyak. ‘’Tenaga kerja yang terserap juga cukup banyak, mencapai puluhan orang,’’ kata dia. (guh-21)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *