Permintaan Arang & Tusuk Satai Sepi

Ekonomi JatengNews
0 0
Read Time:50 Second

KENDAL – Penjualan arang dan tusuk satai pada Iduladha 1442 Hijriah/2021 Masehi lebih sepi dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut tidak lepas dari wabah virus korona dan diberlakukannya PPKM Darurat oleh pemerintah.

Seperti yang terlihat di Pasar Kendal. Permintaan arang maupun tusuk satai oleh warga tidak terlihat ramai. Bahkan stok barang masih menumpuk di lapak milik pedagang. Salah seorang penjual di Pasar Kendal, Wartiyah, mengaku, hingga kemarin ia baru mampu menjual sekitar 30 bungkus arang.

Padahal ia sudah berharap meraup keuntungan di tengan pandemi dan PPKM Darurat. Dirinya telah menyetok lebih dari 100 bungkus arang. Demikian juga dengan tusuk satai dan alat pembakarnya juga masih menumpuk.

Harga arang maupun tusuk satai naik sekitar Rp 500 – Rp 1.000. Harga arang yang semula Rp 2.500/bungkus naik menjadi Rp 3.000 perbungkus. Harga tempat bakar satai dijual Rp 13.500 dari sebelumnya Rp 12.500. ‘’Tusuk satai dijual Rp 8.000 isi 200 batang. Namun, untuk isi 50 batang dijual Rp 2.500,’’ kata dia. (jan-21)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *