Sekolah Pesantren Berbasis Industri

Berita Pendidikan

KENDAL –  Sekolah yang ada di desa Mororejo, Kecamatan Kaliwungu dan satu komplek dengan Ponpes Mambaul Hikmah ini, memang masih muda usia. Berdiri tahun 2015 dan kini telah akreditasi A dengan jumlah murid  sekitar 500 anak-anak. Sekolah itu adalah SMK Takhasus Plus Al Mardliyah.

Kepala SMK Takhasus Plus Al Mardliyah, Basyar Rochman didampingi Fajar Rochman selaku waka sekolah mengatakan, sekolah yang dipimpinnya memiliki motto sekolah pesantren berbasis industri. Setelah lulus anak didik bisa bekerja di bidang industri sesuai keahliannya.

Mereka yang sekolah di SMK tersebut, wajib mondok di Ponpes Mambaul Hikmah. Dengan demikian, mereka memiliki dua disiplin ilmu yaitu umum dan agama juga memiliki skill sesuai jurusannya. ‘’Kami memiliki tiga jurusan yaitu, tata boga, tata busana, dan rekayasa perangkat lunak,’’ kata pria yang kerap dipanggil dengan sebutan Gus Basyar ini.

Ditambahkan, anak didiknya sudah memiliki karya nyata. Seperti jurusan RPL sudah melakukan pemasangan wifi di masyarakat sebanyak 25 pelanggan. Jurusan tata boga bekerja sama pengadaan snack di kawasan Wijaya Kusuma Semarang, perusahaan Asia Pasific Fiber, dan sebagainya. Demikian pula untuk tata busana bekerja sama dengan PT Lemarch Semarang.

‘’Kami kerap melibatkan warga sekitar. Misalnya pesanan snack dalam jumlah besar, kami minta bantuan warga. Anak-anak memiliki dua disiplin ilmu. Setelah lulus mereka bisa membuka usaha sembari mengaji,’’ tambah dia. (guh-21)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *