SMA 1 Kaliwungu Raih Prestasi Tingkat Jateng

Berita Pendidikan

KENDAL – Siswa-siswi SMAN 1 Kaliwungu, Kendal, berhasil prestasi akademik tingkat Jateng. Mereka belum lama ini menyabet lima gelar Lomba Peneliti Belia (LPB) Jateng 2020 yang dilakukan secara online.

Kepala SMAN 1 Kaliwungu, Isa Ansori, menyatakan, bangga dengan prestasi peserta didik yang bisa membawa nama baik sekolah di tingkat provinsi. ‘’Sebanyak 10 siswa-siswi kami meraih lima gelar dalam lomba peneliti belia,’’ kata dia, Selasa (8/9).

Prestasi yang diraih mulai dari juara pertama hingga juara harapan. Juara pertama diraih dengan judul penelitian Pola Fibonacci pada Cangkang Kerang Darah (Anadara granosal) sebagai Konsep Bendungan Pencegah Banjir Rob di Daerah Pesisir. ‘’Penelitian itu dilakukan Dian Putri Ariyani (kelas XI MIPA 5) dan Shinta Muhadiva Aisyah (XI MIPA 2),’’ jelasnya.

Raya Nirwanawati (XI MIPA 3) dan Helda Putri Dianjani (XI MIPA 2) menyabet juara dua untuk penelitian Upaya Mengurangi Dampak Banjir Daerah Hilir dengan Analisis Pola Sebaran Sedimentasi Sungai Blorong-Kendal. ‘’Juara tiga dimenangkan Diah Dewi Aryani (XII MIPA 3) dan Lutvi Aulia (XII MIPA 4) dengan penelitian Diversifikasi Pakan Ikan Alami sebagai Pemercepat Laju Pertumbuhan dan Pencegah Parasit pada Ikan Lele (Clarias),’’ tambah Isa Ansori.

Peserta didiknya ada yang meraih juara harapan pertama yakni Aulia Deby Sanggreni (XII MIPA 3) dan Nugrahaeni Zulfaningtyas (XII MIPA 5) dengan penelitian Hidrodestilasi Serai Dapur, Kulit Kayu Manis, dan Kencur sebagai Upaya Pencegahan Pelapukan Batuan Candi pada Situs Cagar Budaya. ‘’Sementara Aziz Setyawan (XII MIPA 1) dan Muhammad Rixzul Aziz (XII MIPA 1) meraih juara harapan ketiga dengan judul penelitian Hidrolisi NaOH dan Alumunium sebagai Bahan Dasar Gas Hidrogen dalam Upaya Menciptakan Energi Terbarukan Masa Depan,’’ terangnya.

Isa berharap dengan  prestasi yang telah diraih, bisa menjadi pendorong dan penyemangat siswa-siswi lainnya. Walaupun di masa pandemi, segala aktifitas dibatasi tidak membuat anak berdiam diri. ‘’Inovasi dan kreasi harus tetap dilakukan walaupun di rumah dengan arahan dan bimbingan guru,’’ ungkap Isa. (mam/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *