Tanah Wakaf Masjid Agung Kendal Disewakan Satu Tahun

Berita

KENDAL – Tanah wakaf milik Masjid Agung Kendal bakal disewakan kepada warga selama satu tahun. Proses sewa dilakukan melalui lelang yang menurut rencana dilaksanakan Minggu 18 Oktober 2020 di Kantor Takmir Masjid Agung Kendal. Sewa lahan berlaku 1 November 2020 – 31 Oktober 2021.

Ketua Panitia Lelang Sewa Tanah Bondo Wakaf Masjid Agung Kendal dan BKM Kendal, Sugiono, mengatakan, tanah yang disewakan itu seluas 52 hektar dengan 22 bidang. Tanah yang bakal dilelang tersebar di tujuh kelurahan dan satu desa. ”Tujuh kelurahan itu adalah Pekauman, Karangsari, Sijeruk, Balok, Langenharjo, Kalibuntu Wetan, Ngilir di Kecamatan Kendal Kota dan satu di Desa Sukolilan di Kecamatan Patebon,’’ kata dia, kemarin.

Dijelaskan, bidang tanah wakaf yang dilelang sewakan di Kelurahan Pekauman sebanyak tiga bidang, Karangsari enam bidang, Sijeruk empat bidang, Desa Sukolilan lima bidang. ‘’Sementara di Langenharjo, Kalibuntu Wetan, Ngilir, dan Balok masing-masing satu bidang,’’ tambahnya di dampingi Sekretaris Panitia KH Moch Ali Chasan.

Pendaftaran lelang dibuka Senin-Sabtu (12-17/10) dan akan ditutup Minggu (18/10) pukul 9.00. Pendaftaran peserta lelang dilakukan pada pukul 8.00 – 13.00 di Kantor Sekretariat Masjid Agung Kendal. ‘’Lelang dilaksanakan Minggu 18 Oktober pukul 9.00 hingga selesai di Kantor Takmir Masjid Agung Kendal. Peserta wajib menyerahkan jaminan sebesar 20 persen dari nilai harga dasar,’’ kata dia.

KH Moch Ali Chasan, menambahkan, jika penawar kalah, jaminan dikembalikan dan bila menang, menjadi bagian dari pembayaran. Pemenang diberi waktu pelunasan selama lima hari setelah lelang. ‘’Jika dalam lima hari tidak melunasi, jaminan akan diserahkan ke kas masjid,’’ tutur dia.

Pemenang lelang adalah yang penawarannya paling tinggi dan diatas harga dasar yang telah ditentukan. Jika terjadi penawaran yang sama atau tidak memenuhi harga dasar, bakal dilaksanakan lelang ulang saat itu juga. Pihaknya membuka kesempatan sebesar-besarnya kepada warga untuk mengikuti lelang.

‘’Syarat peserta lelang antara lain warga Kendal dibuktikan dengan menunjukkan KTP, beragama Islam, menandatangani surat pernyataan bermaterai untuk mematuhi tata tertib lelang, hadir pada saat proses lelang, dan lain sebagainya,’’ jelas Ali Chasan. (jan-21)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *