Tiga Calon Kepala Daerah Kendal Tak Punya Hak Pilih

Berita Politik

KENDAL – Tiga calon kepala daerah (cakada) Kendal tidak memiliki hak pilih pada pemungutan suara yang digelar Rabu 9 Desember 2020. Pilkada Kendal 2020 diikuti tiga pasangan calon (paslon) yakni Dico M Ganinduto – WS Basuki (Dibas) dengan nomor urut satu. Paslon Dibas diusung lima partai politik yaitu Golkar, Demokrat, PAN, PKS, dan Perindo.

Paslon dengan nomor urut dua, Ali Nurudin – Yekti Handayani (Nurani) diusung tiga partai yang terdiri atas PKB, Nasdem, dan Gerindra. Satu lagi paslon Tino Indra Wardono – Mukh Mustamsikin (TIM) dengan nomor urut tiga yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Tiga calon kepala daerah yang tidak bisa memberikan hak pilihnya dalam Pilkada Kendal yakni pasangan cabup-cawabup Dico Ganinduto – WS Basuki, dan cabup Tino Indra Wardono. Sementara calon yang memiliki hak pilih yakni Ali Nurudin yang tinggal di Kaliwungu, Yekti Handayani di Pageruyung, dan Mukh Mustamsikin di Kaliwungu.  

Ketua KPU Kendal, Hevy Indah Oktaria, mengatakan, Dico ketika mendaftar sebagai bakal calon bupati di KPU Kendal menggunakan KTP yang domisili Jakarta. Sementara WS Basuki memakai KTP dengan alamat di Kota Semarang.

Demikian pula dengan Tino Indra juga ber-KTP Kota Semarang. ‘’Saya belum tahu apakah ketiga calon itu sudah pindah daerah dan memiliki KTP yang berdomisili di Kendal. Hingga kemarin saya belum menerima laporan terkait hal tersebut,’’ jelasnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kendal, Bambang Dwiyono, mengatakan, hingga kemarin pihaknya belum menerima adanya tiga calon kepala daerah yang mengajukan untuk pindah KTP di Kendal. ‘’Belum ada calon kepala daerah di Kendal yang berasal dari luar Kendal mengajukan permintaan untuk pindah domisili di Kendal,’’ kata dia. (jan-21)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *